
I can't escape the thought of you. Even in my dreams you are there. It's not fair how your gone, and how you're moving on so fast, while I am still living in the past."
"just because one simple sentence.. u have already killed all d reason for me to care .. but I'm still standing here .. for one stupid reason that I still don't understand why, u can call it love.. But of course, something has changed!!"
"It's funny how the first time we were at this place, something between us was beginning.....but it breaks my heart to know that we are at this same place and that something between us is now ending."
Kategori Curhat
Kenapa Wanita Terlihat Cantik Apabila Memakai Jilbab
1. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA AKAN TUTUP AURAT
2. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA AKAN JAGA MARUAH PADA DIRI DIA
3. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA CANTIK
4. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA TAK AKAN TUNJUKAN KECANTIKAN PADA ORANG LAIN
5. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA ANAK SOLEHAH
6. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA PATUH PERINTAH ORANG TUA DAN SAUDARI-SAUDARANYA
7. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA MENGHORMATI ORANG LAIN
8. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA TAKUT APABILA DIA TAK PAKAI JILBAB ORANG AKAN LIAT DIA CANTIK.DAN ADA NIAT YANG TAK BAIK TERHADAP DIRI DIA
9. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA INGIN JAUH DARI FITNAH
10. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA TAK AKAN MENYUSAHKAN ORANG LAIN
11. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA AKAN DAPAT PAHALA
12. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA DAPAT MENGHINDARI MAKSIAT
13. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... SUPAYA DIA DAPAT MENJADI CONTOH PADA PEREMPUAN LAIN
14. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... SUPAYA LELAKI YANG BERIMAN SAJA YANG SUKA DIA
15. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA DENGAR SERUAN RASULULLAH
16. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DAPAT MENGURANGKAN NAFSU LELAKI
17. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... RAMBUT PEREMPUAN ADALAH MAHKOTABAGINYA.., JADI JANGAN SEWENANGNYA MENUNJUK KEPADA LELAKI..KERANA JIKA DITUNJUKKANNYA DIA AKAN TAK BERNILAI (low class)...(no offence hah..) KERANA MAHKOTA ANDA TELAH DILIHAT OLEH SEMUA LELAKI (kecuali keluarga)
18. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA TAK AKAN RAMBUTNYA DITARIK, DIGANTUNG DENGAN BARA-BARA API DAN DIBAKAR DENGAN DASYAT DEKAT AKHIRAT KELAK
Dalil mengenai wajibnya mengenakan pakaian bahagian atas (khimar/tudung) adalah Firman Allah,
“Hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dada mereka” [QS An-Nur (24):31].
Dan Hadis Rasulullah riwayat dari Bazzar dan At-Termizi menjelaskan,
“Sesungguhnya wanita itu adalah aurat, setiap kali mereka keluar, syaitan akan memperhatikannya.”
Dalil lain yang menunjukkan bahawasanya seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan dua telapak tangan ialah sabda Rasulullah kepada Asma’ binti Abu Bakar,
“Wahai Asma’ sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidh) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya.” [HR Abu Dawud]
p/s: Duhai calon penghuni syurga... untukmu yang paling bahagia karena agama dan akhlakmu.. meski tanpa permata, berlian dan emas yang menghiasi melainkan berkat akhlak karimahmu yang selalu engkau jaga menjadikanmu sebagai wanita yang anggun..
Duhai calon yang akan dicemburui oleh para bidadari syurga... bersegeralah untuk memakai jilbab or tudung kepala dengan sempurna karena akan terlihat lebih cantik apabila kamu memakainya. Kalau engkau memakai jilbab or tudung, sesungguhnya Allah teramat suka dan cinta terhadap hamba-Nya yang mahu mengikuti perintah-Nya..
Duhai calon perhiasan dunia-akhirat.. ku ucapkan selamat bagimu yang telah memakai jilbab dan ku do'akan semoga jilbab yang kita kenakan ini dapat melindungimu. Bagi yang belum semoga secepatnya akan mengenakannya karena.
SUNGGUH ENGKAU SANGAT CANTIK DENGAN BERBALUT JILBAB
Kategori Curhat, Motivasi, Muslim Zone
Kisah Diploma III Keuangan Nyasar, Keputusasaan, Fase Penerimaan, dan Anak Kecil Penjual Kue
Selamat pagi dan salam sejahtera.
Ini adalah hari ke sepuluh di bulan januari, artinya sudah 2 bulan 10 hari saya magang sebagai CPNS di Bagian Hukum Anggaran, Perimbangan Keuangan, Perbendaharaan, dan PNBP Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Suasananya masih adem ayem, bukan karena AC kantor yang memang sangat dingin tetapi karena pekerjaan saya tergolong stagnan. Stagnan nya berhenti di titik sibuk. It means, tiap hari saya sibuk.
Sedikit membuka kaleidoskop 2010 sehabis saya wisuda Diploma III Kebendaharaan Negara, ekspektasi pekerjaan sudah menggunung di depan mata. Darah muda yang bergejolak ditambah rasa ingin menunjukkan sebuah pengabdian sebagaimana slogan kami "Nagara Dana Rakca" yang artinya punggawa keuangan negara.
Ilmu keuangan yang sudah di dapat selama 3 tahun sudah menunggu untuk dikeluarkan layaknya gunung yang tengah mengalami erupsi. Namun semua ekspektasi sepertinya harus dikesampingkan. Pada pengumuman penempatan saya ditempatkan di Sekretariat Jenderal, Biro Hukum. Di Biro ini semuanya adalah ahli ahli hukum yang sudah pasti berpengalaman. Kira kira bisa pembaca bayangkan bagaimana nasib seorang lulusan Diploma III Bidang Perbendaharaan dihadapkan dengan foreign environment yang berbeda 180 derajat. Yap, welcome to the jungle! Apalagi harus menghadapi kenyataan bahwa kemungkinan saya tidak bisa melanjutkan pendidikan keuangan karena prioritas untuk ekstensi sarjana adalah mengambil sarjana hukum. Mungkinkah saatnya berkata pisah dengan sarjana ekonomi (yang saya impi impikan sedari kecil)?
Minggu pertama merupakan minggu yang sangat sulit. Dalam keputusasaan fase ini dinamakan fase penyesalan/pembantahan/penyangkalan terhadap takdir. Saya masih tetap tidak percaya seorang diploma ekonomi 'nyasar' di hukum. Dalam fase penyangkalan hari hari terasa sangat berat. Rasa syukur terkikis dengan perasaan penyesalan yang mendalam. Bayangan pekerjaan yang asing, kuliah yang nantinya harus dimulai dari awal. Semuanya berkunang kunang membentuk rasi bintang keputusasaan.
Namun saya berpikir, apalah artinya saya tenggelam dalam penyesalan terhadap nasib? Kalau saya percaya semua ada hikmahnya harusnya saya bisa menerima. Bahwa tidak ada satupun daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Tuhan. Tidak ada satu fase hidup yang tidak dikendalikan Tuhan. Baiklah, saya akan mengikuti kehendak-Nya, The Master of Marionette. Saya akan mengalir seperti air, air sungai yang melewati batu batuan, bukan air danau yang konstan. Oke, It's time to move on.
Tidak ada lagi hari hari yang disesali. Saya mencoba mencari hal hal yang positif dari pekerjaan yang akan saya jalani. Saya membandingkannya dengan orang lain yang tidak punya pekerjaan sama sekali.
Saya membandingkannya dengan jembel jembel di stasiun senen yang saya temui.
Saya membandingkannya dengan pekerjaan ayah saya dulu, seorang sarjana berprestasi namun harus terlunta lunta sebagai pekerja kasar yang pekerjaannya sebagai penyeruk truk.
saya membandingkannya dengan pengemis yang saya temui di masjid masjid.
Mereka tidak hina, mereka hanya kurang beruntung.
dan saya lebih beruntung, jauh lebih beruntung.
Dan saya sadar. Terlalu banyak yang masih bisa saya syukuri. Bukan mendiskreditkan orang yang saya sebutkan tadi. Tapi dalam konteks ini, manusia harus melihat ke bawah agar dia ingat bahwa ada kekuatan tak terlihat di Atas sana. Ada causa prima yang menyebabkan ini semua.
Fase ini disebut fase penerimaan. dan masih berlangsung sampai sekarang. Entah sampai kapan saya bisa meloncat ke fase berikutnya yaitu fase aktualisasi diri. Saya masih mergulat dengan logika saya yang kadang masih memunculkan perasaan sesal semu.
Dalam fase penerimaan ini saya mencoba menggali makna apa yang bisa saya lakukan sekarang. Saya mulai menyadari apapun pekerjaan itu, asalkan dijalani dengan ikhlas semuanya akan berjalan dengan baik.
Kerja ikhlas
Kerja cerdas
kerja tangkas
Pekerjaan itu adalah sebuah kehormatan. Layaknya jabatan, pekerjaan juga diperebutkan. Oya, ngomong ngomong masalah kehormatan saya punya satu cerita yang saya dapat dari situs motivasi favorit saya heartnsouls, judulnya "Anak Penjual Kue"
This is the story:
Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan iapun menyantap makanan yang telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, "Pak, mau beli kue, Pak?"
Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab "Tidak, saya sedang makan".
Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab "Tidak dik, saya sudah kenyang".
Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan bunda. Mungkin anak kecil ini berpikir "Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang dirumah".
Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba pas-pasan ini. Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangan.
"Pak mau beli kue saya?"
Pemuda yang ditawarkan jadi risih juga untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp. 1.500,00 dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.
"Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik".
Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak dikasih uang kok malah dikasih kepada orang lain.
"Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?"
Anak kecil penjaja kue tersenyum lugu menjawab, "Saya sudah berjanji sama ibu dirumah ingin menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan saya akan bangga pulang kerumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya jadi pengemis".
Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak yang sudah punya etos kerja bahwa "kerja itu adalah sebuah kehormatan", kalau dia tidak sukses bekerja menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja dihadapan ibunya mempunyai nilai yang kurang, dan suatu pantangan bagi ibunya, anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang kerumah ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan senyuman bunda yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.
Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan lelaki kecil, bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang dimiliki oleh anak kecil itu "kerja adalah sebuah kehormatan" ia akan mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan baik.
Cerita di atas bisa menyadarkan kita tentang arti pentingnya kerja. Bukan sekadar untuk uang semata... Jangan sampai mata kita menjadi "hijau" karena uang sampai akhirnya melupakan apa arti pentingnya kebanggaan profesi yang kita miliki. Sekecil apapun profesi itu, kalo kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, pastilah akan berarti besar...
Wiji Raharjo, 10 Januari 2011
Pagi ini temen-temen satu angkatan mengadakan perjalanan panjang liburan ke Gunung Mas, Bogor, dan seperti prediksi awalku mereka meninggalkanku, atau aku yang ninggalin mereka? Gag masalah siapa yang meninggalkan, tapi yang jelas aku gag termasuk rombongan itu. Rombongan yang menginginkan kebersamaan di jarak yang jauh dan akan diingat. Meski kemarin baru saja diberitahu salah satu dosen: "Seperti inilah perpisahan, seperti inilah kebersamaan.. Bernyanyi, ... Tapi gag masalah mungkin takdir mengatakan kalau biaya buat hal kayak gini harus aku alihkan ke hal-hal penting seperti membantu menyelesaikan sekolah adik-adikku atau sekedar menghemat buat memperingan bebat hutang orang tua.
Mungkin ada yang berkata bahwa uang segitu bukanlah hal yang jumlahnya besar. Atau ada yang berpikir kalau aku terlalu egois karena tidak mau sedikit berusaha buat memori-memori terakhir disini. Yea, aku terima semua omongan itu. Karena aku tahu, gag semua orang tahu gimana kondisiku, kondisi tubuh, apalagi kondisi keuangan kami. Aku gag pernah bilang gag punya uang aku punya, tapi uang itu dialokasikan untuk hal yang lain. Kalau ini jadi semacam perpisahan di akhir perjalanan, uang itu aku alokasikan buat sebuah titik awal perjalanan, buat masa depan yang gag mungkin diperjuangkan orang lain, karena orang berjuang sendiri-sendiri, untuk diri mereka sendiri. Sebagai contoh, kalau kamu melihat pengumuman STAN, yang kamu lihat pertama kan nama kamu sendiri.. Bukan begitu, teman?
Aku cuman mau ngungkapin yang selama ini kurasakan, kalau akhirnya akan ada tanggapan beragam, terserah, jangan salahin aku kalau aku ngerasa kumpul bareng (semua) di gedung PHRD lebih terasa feel-nya daripada jauh-jauh tapi gag bisa kumpul semua.
Aku inget kebersamaan itu
Cosmas main gitar dan Oselva nyanyi "Untuk Rena"
Rudi ikut menyumbangkan Karena Cinta-nya Yovie
Rizki, yang hari itu adalah kebersamaan terakhir sebagai teman satu angakatan
Aku masih ingat tiap detailnya, karena semuanya ada disitu
Sudahlah, moga teman-teman selamat sampai tujuan
Hati-hati di jalan dan nikmati masa-masa ini
Karena ketika malam tiba, kalian akan sadar
Kami disitu, tanpa harus kalian minta
Kami disitu meski hanya berwujud perasaan-perasaan yang ditinggalkan
Nerusin baca Marmut Merah Jambu, ahhhhhh.... ^^
Kategori Curhat
Sebutir embun tersapu angin
Mengalir diujung bunga krisan
Lalu jatuh terkuai membelah bumi
Sejak itu...
Bunga-bunga berguguran
Menggenangi gerbang mimpi dan harapan
Mei enam dua ribu sepuluh...
Seperti biasanya terbangun jam setengah empat
Seperti biasanya hal pertama adalah mengucek-ucek mata
Seperti biasanya mengecek SMS di hape
Seperti biasanya ada jarkom
Tapi..
Setelah beberapa lama mengumpulkan kesadaran
Ada sesuatu yang menusuk ulu hati saya
Membuat saya kesulitan bernapas selama beberapa milidetik
"INI ADALAH JARKOM KULIAH TERAKHIR"
Ditambah jarkom berikutnya yang tidak kalah menusuk adalah jarkom susulan yang kata-katanya saya potong di bagian:
"Terimakasih untuk persahabatan kita selama ini"
Begitu banyak yang telah kita lalui bersama, dalam suka dan duka..tidak
Tidak ada duka
Semuanya suka..semuanya menyenangkan mengenal kalian...seperti lagunya The Rembrandts, aku disini menunggumu karena engkau disini menungguku juga..
So no one told you life was gonna be this way
Your job's a joke, you're broke, your love life's DOA
It's like you're always stuck in second gear,
When it hasn't been your day, your week, your month,
or even your year, but...
I'll be there for you...
When the rain starts to pour
I'll be there for you...
Like I've been there before
I'll be there for you...
'Cause you're there for me too.
You're still in bed at ten, though work begins at eight,
You burned your breakfast, so far things are going great,
Your mother warned you there'd be days like these,
But she didn't tell you
when the world was brought down to your knees
that...
I'll be there for you...
When the rain starts to pour
I'll be there for you...
Like I've been there before
I'll be there for you...
'Cause you're there for me too.
No one could ever know me. No one could ever see me.
Seems your the only one who knows what it's like to be me
Someone to face the day with.
Make it through all the mess with.
Someone I'll always laugh with.
Even at my worst, I'm best with....
you - yeah
It's like you're always stuck in second gear,
When it hasn't been your day, your week, your month,
or even your year, but...
I'll be there for you...
When the rain starts to pour
I'll be there for you...
Like I've been there before
I'll be there for you...
'Cause you're there for me too...
bila kau selami sebuah makna
kehidupan takkan pernah berakhir...
andai kau menguji kedalaman hatiku
takkan berujung rasa cintaku...
bila senja kembali merah
adakah aku masih di sini tuk berikan seuntai senyuman indah
teruntukmu, sahabatku...
yang tak lekang oleh waktu
Sedih rasanya..sedih sekali aku gag bisa ngungkapin kesedihan sebuah perpisahan...biar tanganku aja yang nulisin kesedihan ini
Senyuman dibibir tipis mu kau tebar pagi ini
Seperti biasa matamu adalah yang terindah
Kalungkan rasa rindu ditiap tatapan ku
Melihat, menatap mu terasa tak mungkin jemu
Meski kau ditakdirkan bukan lagi untuk ku
Kuharap rasa cinta ini menjadi yang berarti
walau hanya berbalas harap
Harusnya kau tahu rasa cinta ini tulus untuk mu
Saya menulis blog ini dengan keadaan mental yang menurun hampir 75% daripada biasanya, dengan perasaan galau dan khawatir yang sangat gag jelas. Entahlah akhir-akhir ini si Melanconian sering mengambil jatah si Sanguin dan si Flegmatik.
Biasanya dengan mudah saya akan mampu menjelaskan perasaan-perasaan yang ada, tapi entah kenapa kali ini saya susah bangt buat sekedar menjelaskan penyebab kalut atau kekecewaan ini. Yang jelas, mungkin, saya bilang mungkin karena gag tahu bener apa nggak, ada hubungannya dengan kejadian-kejadian hari ini.
Pusing, gag jelas pokoknya, kayak ada perasaan yang ilang, tapi kita gag tahu apa itu
Aaaaaaaaargh...
Just want to say this words: You may not love me today, tomorrow, or ever, but I will love you until it kills me, and, even then, you'll be in my heart.
Yea, as you know If I never met you, I wouldn't like you. If I didn't like you, I wouldn't love you. If I didn't love you, I wouldn't miss you. But I did, I do, and I ...will.
Maybe, I love you not because of who you are, but because of who I am when I am with you..
Biarin malam ini memakan diriku hidup hidup...biar besok pagi bangun udah lupa segalanya...
Kategori Curhat